
Saat merakit PC, salah satu langkah terpenting namun membingungkan adalah menghubungkan Unit Catu Daya (PSU). PSU mengirimkan daya ke setiap komponen dalam sistem Anda — mulai dari motherboard dan CPU hingga GPU dan hard drive.
Dalam panduan ini, kita akan menggunakan PSU seri darkFlash PMT — yang dikenal karena desain modularnya, efisiensi tinggi, dan tata letak kabel yang rapi — sebagai contoh nyata untuk menunjukkan ke mana setiap kabel terhubung dan apa fungsi masing-masing kabel.
1. Konektor Utama ATX 24 Pin

Tujuan
Menyediakan daya ke motherboard .
Ke mana arahnya
Sisi kanan motherboard.
Tip 1: Papan sirkuit modern menggunakan konektor 24 pin, tetapi yang lebih lama mungkin menggunakan 20 pin. 4 pin tambahan tersebut kompatibel dengan versi sebelumnya.
Tips 2: Kabel ini dirancang agar hanya bisa dipasang satu arah. Pastikan kabel terpasang dengan aman dan terkunci pada tempatnya.
2. Konektor CPU 4+4-Pin – Memberi Daya pada Prosesor

Tujuan
Menyalurkan daya langsung ke CPU Anda untuk pengoperasian yang stabil.
Di mana harus mencolokkan
Kabel 4+4-pin (EPS) dari PSU Anda disambungkan ke soket berlabel CPU_PWR atau ATX12 di pojok kiri atas motherboard Anda.
Tip: Beberapa motherboard mungkin memerlukan konektor 4 pin atau 4+4 pin tambahan.
Tip: Hati-hati jangan sampai tertukar dengan kabel PCIe — tata letak pinnya berbeda meskipun terlihat mirip.
3. Konektor Daya SATA – Untuk Penyimpanan & Aksesori

Tujuan
Memberikan daya untuk drive penyimpanan berbasis SATA dan aksesori, seperti:
SSD / HDD
Pengontrol kipas atau ARGB
Pompa AIO
Di mana harus mencolokkan
Konektor SATA pipih berbentuk L dipasang ke sisi drive atau aksesori.
Tip: Setiap kabel SATA biasanya memiliki 3–4 konektor, memungkinkan Anda untuk menghubungkan beberapa perangkat secara berantai.
4. Konektor Molex – Untuk Perangkat Lama

Tujuan
Menyediakan daya 12V untuk perangkat lama atau aksesori tertentu (seperti beberapa strip LED atau hub kipas).
Di mana harus mencolokkan
Jika aksesori Anda menggunakan konektor Molex, sambungkan ke kabel rantai Molex dari PSU PMT Anda. Jika tidak, Anda dapat membiarkan kabel ini tidak digunakan.
Tips: Sejajarkan konektor dengan hati-hati — pinnya kaku dan dapat bengkok jika dipaksa.
5. Konektor PCIe 6+2-Pin – Untuk Kartu Grafis Anda

Tujuan
Menyediakan daya untuk GPU Anda. Konektor PCI Express (PCIe) memberi daya pada GPU (kartu grafis) Anda. GPU modern membutuhkan banyak daya, seringkali memerlukan beberapa konektor.
Di mana harus mencolokkan
Hubungkan kabel PCIe 6+2-pin dari PSU ke input daya GPU Anda. Anda dapat menggunakan:
1× 8-pin untuk GPU kelas pemula
2× 8-pin untuk kelas menengah
3× 8-pin atau 12V-2×6 untuk model kelas atas
Tips: Selalu gunakan kabel berlabel PCIe/VGA, bukan yang berlabel CPU.
6. Konektor 12V-2×6 – Untuk GPU Generasi Berikutnya

Tujuan
Konektor generasi terbaru ini (juga disebut 12VHPWR) memberikan daya hingga 600 W melalui satu colokan 16 pin yang ringkas.
Di mana harus mencolokkan
Hubungkan ke port 16-pin GPU Anda hingga terdengar bunyi klik. Pastikan steker terpasang sepenuhnya untuk mencegah penumpukan panas.
Tips: Jika GPU Anda menggunakan adaptor (misalnya, 3× 8-pin ke 12V-2×6), pastikan semua kabel dicolokkan langsung ke PSU — hindari menghubungkan beberapa kartu grafis secara berantai untuk kartu grafis berdaya tinggi.
Tips Pro dari darkFlash

Gunakan catu daya modular untuk menghubungkan hanya komponen yang Anda butuhkan.
Arahkan kabel ke belakang baki motherboard untuk aliran udara yang lebih baik.
Periksa kembali semua sambungan sebelum menghidupkan PC Anda.
Jika Anda tidak mendengar suara kipas berputar atau lampu menyala, periksa kembali konektor 24-pin dan konektor CPU terlebih dahulu.
Kesimpulan Akhir

Menghubungkan PSU Anda dengan benar sangat penting untuk performa dan keamanan. Setiap colokan memiliki fungsinya masing-masing — setelah Anda memahami fungsi masing-masing, merakit dan meningkatkan PC Anda menjadi mudah dan menyenangkan.
Luangkan waktu Anda, periksa manual Anda, dan pastikan setiap klik berarti.



